Pemeriksaan Jajanan Anak Sekolah di Wilayah Koto Baru

Pemeriksaan Jajanan Anak Sekolah di Wilayah Koto Baru
Pengambilan Sampel Jajanan Anak Sekolah

Dispakan ''Pendidikan''

Sedikitnya 20 jenis jajanan anak sekolah yang dijajakan di seputaran SMP N 3, SD N 01 dan SD N 02 Koto Baru Selasa 10 September 2019 diperiksa tim Dinas Pangan dan Perikanan, tim Dinas Kesehatan dan tim Loka POM Kabupaten Dharmasraya. Kegiatan tersebut merupakan buah kerjasama SMP N 3, SD N 01 dan SD N 02 Koto Baru dengan sejumlah Dinas yang mengelola kegiatan pangan dan kesehatan.

Menurut masing-masing Kepala Sekolah, jajanan anak sekolah menjadi salah satu perhatiannya dalam rangka mewujudkan sekokah sehat. Jajanan anak sekolah memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan anak didiknya. Jika peserta didik mengkonsumsi jajanan yang dicemari dengan zat berbahaya, maka kesehatan para peserta didik akan langsung terancam.

Di antara jajanan anak sekolah yang diperiksa oleh tim Dinas Pangan dan Perikanan, tim Dinas Kesehatan dan tim Loka POM adalah minuman gorengan, minuman, sosis, nutrijel, lontong, bakso, mie campur bakso dan beberapa jenis lainnya. Para tim langsung membeli satu porsi jajanan anak sekolah ke pedagang. Setelah terkumpul dan terdata, maka tim akan memeriksa langsung sebagian, sebagian lagi diperiksa di Loka POM.

Setelah sampling jajanan terkumpul, tim Dinas Pangan dan Perikanan, tim Dinas Kesehatan dan Loka POM melaksanakan pemeriksaan di hadapan ratusan peserta didik. Kemudian kepada peserta didik diberikan penjelasan mengenai kebijakan pemeriksaan jajanan anak sekolah dari Dinas Pangan dan Perikanan sekaligus mengenai akibat dari mengkonsumsi jajanan yang tidak higienis dan yang tercemar dengan zat berbahaya.

Menurut Kepala Sekolah, pemeriksaan jajanan anak sekokah yang dilakukannya adalah untuk mengetahui apakah dalam jajanan ada mengandung formalin, zat pewarna tekstil dan siklamat dan borak. Empat zat berbahaya ini memang kerap digunakan oleh pedagang jajanan anak sekolah agar tampilan dan rasa enak serta agar disuki oleh para siswa. "Padahal zat tersebut berbahaya jika dikonsumsi secara terus menerus. Bisa menjadi penyebab penyakit kangker.

Pihak dari Loka POM menyerahkan beberapa poster ke masing-masing sekolah untuk antisipasi jajanan anak sekolah yang berbahaya bagi kesehatan, jajanan anak sekolah harusnya bersih dari zat yang berbahaya agar tidak berdampak membahayakan kesehatan siswa.

Share Berita

Komentar Berita