KEPALA DINAS PANGAN DAN PERIKANAN BERSAMA PERWAKILAN DARI DINAS KOPERINDAG MELAKUKAN MONITORING TERHADAP CALON PENERIMA BANTUAN EXCAVATOR

KEPALA DINAS PANGAN DAN PERIKANAN BERSAMA PERWAKILAN DARI DINAS KOPERINDAG MELAKUKAN...
Pemantauan Bioflok di Pulau Mainan

Dispakan ''-'' Sosial

Dalam upaya pengembangan usaha berbasis pemanfaatan potensi sumber daya alam, Dinas Pangan dan Perikanan menginisiasi akselerasi pengembangan usaha budidaya perikanan melalui program peningkatan infrastruktur kolam budidaya. Untuk berjalannya kegiatan usaha budidaya tersebut sangat diperlukan prasarana seperti kolam serta jaringan irigasinya yang memadai sebagai fasilitas utama dalam penyediaan air yang cukup bagi media usaha budidaya ikan tersebut. Oleh karena itu dalam mendukung percepatan peningkatan infrastruktur kolam budidaya ini, Dinas Pangan dan Perikanan mempunyai tanggung jawab untuk ikut berperan serta dalam penyediaan prasarana mendukung pengembangan usaha budidaya berupa alat berat excavator. Pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi dan kolam air tawar di satu sisi memerlukan biaya yang cukup besar, sedangkan pada sisi lain alokasi anggaran yang disediakan oleh pemerintah untuk rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana jumlahnya sangat terbatas. Hal ini menyebabkan pembangunan dan pengembangan usaha budidaya berjalan sangat lambat. Untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan tersebut, diperlukan partisipasi aktif dari pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan dan rehabilitasi kolam air tawar serta pemeliharaan jaringan irigasinya dengan menggunakan alat berat excavator. Penyediaan alat berat ini diharapkan dapat mendorong kegiatan pengembangan sentra produksi perikanan terutama kawasan yang memiliki potensi unggulan di kawasan budidaya kolam, sehingga diharapkan dengan tersedianya peralatan ini kegiatan pembangunan infrastruktur untuk pencetakan kolam dapat menjadi lebih mudah.

Tujuan penggunaan bantuan alat berat adalah untuk mendukung berjalannya kegiatan usaha di bidang perikanan. Prasarana seperti kolam serta jaringan irigasiyang memadai sangat diperlukan, dengan bantuan alat berat maka kegiatan pembangunan, rehabilitasiatau pemeliharaan prasarana tersebut akan menjadi lebih mudah.

Monitoring ini dilakukan di Pulau Mainan Kecamatan Koto Salak, dengan asupan agar pemerintah tidak ragu dalam pemberian bantuan kepada kelompok penerima bantuan, karena betul-betul membutuhkan bantuan dan juga untuk Koperasi Syariah BMT Al Islah (25/02/2020).

Share Berita

Komentar Berita