PEMBUATAN PAKAN IKAN DARI LIMBAG MASYARAKAT (PAKAN LIMAS)

PEMBUATAN PAKAN IKAN DARI LIMBAG MASYARAKAT (PAKAN LIMAS)
Proses Pembuatan Pakan Ikan dari Limbah Masyarakat

Kandungan nutrisi dan pemberian pakan memegang peranan penting untuk kelangsungan usaha budidaya hewan akuatik. Penggunaan pakan yang efisien dalam suatu usaha budidaya sangat penting karena pakan merupakan faktor produksi yang paling mahal. Oleh karena itu, upaya perbaikan komposisi nutrisi dan perbaikan efisiensi penggunaan pakan perlu dilakukan guna meningkatkan produksi hasil budidaya dan mengurangi biaya pengadaan pakan, serta meminimalkan produksi limbah pada media budidaya.

Permasalahan yang dihadapi para pembudidaya adalah harga pakan terus meningkat. Peningkatan harga ini dipicu oleh rendahnya suplai bahan baku pakan terutama tepung ikan dan minyak ikan yang diimpor dari luar. Negara eksportir utama yaitu Chile yang karena bencana tsunami dan Peru yang mengalami perubahan cuaca Elnino berdampak pada penurunan produksi tepung dan minyak ikan. Berdasarkan permasalahan tersebut, salah satu alternatif pemecahannya adalah pembuatan pakan secara mandiri (on farm feed) dengan bahan baku lokal menjadi pilihan dan solusi termurah. Hal terpenting adalah bagaimana cara membuat pakan murah yang berkualitas.

Pada tahun 2022 Direktorat Pakan dan Obat Ikan akan menyalurkan bantuan mesin dan bahan baku pakan kepada kelompok pembudidaya yang telah layak bersarakan hasil verifikasi. Berdasarkan Surat Keputusan Penerima Bantuan Mesin dan Bahan Baku Pakan Mandiri tahap V No:B.1703/DJPB.D3/TU.210/VII/2022 tanggal 26 Juli dan tahap VI No:B.1791/DJPB.D3/TU.110/VIII/2022 tanggal 2 Agustus tahun Anggaran 2022, Pokdakan Jamin Sukses dan Berkah Bersama Kabupaten Dharmasraya menerima paket mesin pakan tenggelam dan bahan baku .

Pada tahun 2018 Pokdakan Karya Tani telah menerima bantuan mesin pakan ikan dari Direktorat Jenderal Pakan dan Obat ikan, dan pada tahun 2021 telah dilakukan pelatihan pembuatan pakan ikan di Pokdakan Karya Tani Nagari Koto Ranah Kecamatan Koto Besar.

Share Berita

Komentar Berita